Profil Desa Bojong · Kesehatan

Edukasi & Pelayanan Kesehatan

Panduan lengkap Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS), edukasi risiko hipertensi, jadwal pelayanan Posyandu, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan masyarakat Desa Bojong.

Pendahuluan & Permasalahan Utama

Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, masyarakat Desa Bojong dapat mencegah berbagai penyakit, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman. Oleh karena itu, setiap individu memiliki peran penting dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yaitu sekumpulan perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran sehingga setiap individu dan keluarga mampu menjaga kesehatannya secara mandiri.

Permasalahan Utama: Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering ditemukan di Desa Bojong adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas, namun jika tidak dikendalikan, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.

Tanda & Gejala Yang Perlu Diwaspadai:
• Sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala
• Pusing atau kepala terasa berat
• Pandangan kabur
• Jantung berdebar & mudah lelah
• Mimisan (pada beberapa kasus)
Bidan Desa
Bidan Desa
Ibu Titik Retnowati
Ketua Kader
Ketua Kader Posyandu
Ibu Rukini

Panduan Lengkap Edukasi & Pilar PHBS

Klik salah satu bidang di bawah untuk membaca panduan, manfaat, dan langkah teknis selengkapnya secara komprehensif. (Hanya satu menu yang terbuka sekaligus).

Bidang I: Pencegahan & Penanggulangan Penyakit serta Penyehatan Lingkungan
Cuci tangan sabun, air bersih, jamban sehat, pengelolaan limbah cair, PSN jentik nyamuk, & bebas asap rokok.
1. Mencuci Tangan Menggunakan Sabun

Tangan sering menjadi media perpindahan bakteri, virus, maupun parasit dari benda atau permukaan yang terkontaminasi ke mulut, hidung, atau mata.

Manfaat Utama:
  • Mengurangi penyebaran kuman dan virus.
  • Mencegah diare, influenza, dan infeksi saluran cerna.
  • Melindungi keluarga dari penularan penyakit.
  • Menjaga higienitas saat mengolah makanan.
Kapan Harus Cuci Tangan?
  • Sebelum makan & menyiapkan makanan.
  • Setelah dari toilet / membersihkan bayi.
  • Setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.
  • Setelah memegang hewan, sampah, atau dari luar rumah.
  • Sebelum dan sesudah merawat orang sakit.
Langkah Cuci Tangan yang Benar:
  1. Basahi tangan dengan air mengalir & gunakan sabun.
  2. Gosok telapak, punggung tangan, dan sela-sela jari.
  3. Bersihkan ujung kuku dan gosok ibu jari bergantian.
  4. Bilas dengan air mengalir & keringkan dengan handuk bersih/tisu.
2. Mengelola Air Minum dan Makanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan

Air minum yang dikonsumsi harus aman, bersih, dan memenuhi persyaratan kesehatan, sedangkan makanan harus diolah, disimpan, dan disajikan secara higienis untuk mencegah kontaminasi kuman penyebab penyakit serta menurunkan risiko keracunan makanan.

Tips Pengelolaan:
  • Gunakan air minum yang telah diolah dengan benar (dimasak hingga mendidih atau air minum terstandar).
  • Simpan air minum dalam wadah tertutup dan ambil menggunakan alat yang bersih.
  • Cuci bahan pangan menggunakan air bersih mengalir dan masak hingga matang sempurna.
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup serta pisahkan bahan mentah dari makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang.
3. Menggunakan Air Bersih
Manfaat:
  • Mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air (water-borne diseases).
  • Menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan keluarga.
Cara Menjaga Kualitas Air:
  • Gunakan sumber air yang terlindungi dari pencemaran.
  • Jaga jarak sumber air dengan tangki septik/sampah minimal 10 meter.
  • Bersihkan tempat penampungan air secara berkala.
4. Menggunakan Jamban Sehat

Jamban sehat adalah fasilitas BAB/BAK yang membuang tinja ke tangki septik atau sistem pengolahan aman, memutus rantai penularan diare, kolera, disentri, tifoid, dan kecacingan.

Ciri-Ciri Jamban Sehat:
  • Kotoran dialirkan ke tangki septik kedap air.
  • Tidak mencemari sumber air minum dan tidak berbau.
  • Bebas dari lalat, kecoa, maupun tikus, serta mudah dibersihkan.
Dampak Positif:

Mewujudkan lingkungan desa yang higienis, terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS / ODF).

5. Mengelola Limbah Cair Sesuai Standar Kesehatan

Limbah cair rumah tangga (mandi, mencuci, memasak) dialirkan ke saluran pembuangan/SPAL tertutup agar tidak menimbulkan genangan air atau mencemari air tanah.

  • Jangan membuang limbah cair langsung ke saluran irigasi atau halaman tanpa resapan.
  • Hindari membuang minyak goreng bekas (jelantah) atau bahan kimia ke saluran air umum.
6. Memberantas Jentik Nyamuk (Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus)

Mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti untuk memutus rantai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya:

  • Menguras: Tempat penampungan air minimal 1 kali seminggu.
  • Menutup: Rapat-rapat semua penampungan air.
  • Mendaur ulang: Barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
  • Plus: Menaburkan larvasida (abate), memelihara ikan pemakan jentik, dan memasang kawat kasa.
7. Tidak Merokok di Dalam Ruangan (Kawasan Bebas Asap Rokok)

Melindungi perokok pasif (bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia) dari bahaya racun asap rokok yang memicu infeksi pernapasan, asma, serangan jantung, dan stroke.

Biasakan hanya merokok di area terbuka di luar rumah serta saling mengedukasi anggota keluarga mengenai bahaya paparan residu asap rokok (third-hand smoke).

Bidang II: Kesehatan Ibu, Anak, & Keluarga Berencana (KB)
Persalinan nakes, penimbangan rutin balita, imunisasi dasar lengkap, & akseptor program KB.
Bidang III: Gizi Seimbang & Farmasi
Pedoman Isi Piringku, Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil, ASI Eksklusif 6 bulan, & garam beryodium.
Bidang IV: Pemeliharaan Kesehatan & Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
Jaminan kesehatan BPJS/KIS, keaktifan posyandu/posbindu, & pemanfaatan layanan Polindes/Puskesmas.

Grafik Indikator Capaian Kesehatan Desa

Persentase capaian indikator kesehatan dan pelayanan Posyandu di Desa Bojong berdasarkan data pemantauan berkala:

CAPAIAN INDIKATOR PHBS & PELAYANAN DESA BOJONG (%)
Rumah Tangga Ber-PHBS78% (Target: 85%)
Kepemilikan Jamban Sehat92% (Target: 100%)
Balita Ditimbang Rutin (KMS)88% (Target: 90%)
Persalinan oleh Nakes96% (Target: 100%)
Skrining Hipertensi Dewasa/Lansia64% (Target: 80%)
Skala Indikator: 0% - 100%Sumber Data: Laporan Bidan Desa & Monografi Kesehatan Bojong

Jadwal Pelayanan Kesehatan & Posyandu

Nama PelayananHari & WaktuLokasi FasilitasSasaranPetugas
Posyandu Balita Dk. Bojong
Senin Minggu I
08:00 – 11:00 WIB
Posyandu BojongBalita & Ibu HamilBidan Desa & Kader
Posyandu Balita Dk. Kliyo
Selasa Minggu I
08:00 – 11:00 WIB
Posyandu KliyoBalita & Ibu HamilBidan Desa & Kader
Posyandu Balita Dk. Pendem
Rabu Minggu II
08:00 – 11:00 WIB
Posyandu PendemBalita & Ibu HamilBidan Desa & Kader
Posyandu Lansia & Skrining Hipertensi
Jumat Minggu III
08:30 – 11:30 WIB
Polindes Desa BojongLansia (> 60 Thn)Tim Kesehatan Desa
Pemeriksaan Kehamilan (ANC) & TTD
Setiap Kamis
09:00 – 12:00 WIB
Polindes Desa BojongIbu HamilBidan Desa
DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI RESMI

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Data Operasional Bidan Desa & Kader Kesehatan Posyandu Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

STATUS ARSIP: DOKUMEN EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT DESADATA TERAKHIR DIPERBARUI: TAHUN 2026
Kang Bot
Asisten Virtual Desa Bojong 🌿
Halo! Saya Kang Bot 👋

Asisten virtual resmi Desa Bojong, siap bantu kamu! 😄

Mau tanya soal layanan surat, jadwal posyandu, info desa, atau yang lainnya — langsung tanya aja, jangan malu-malu!
11.10
Coba tanya ini 👇
Instagram KKN
Video Profil Desa
Hubungi WhatsApp